Sidoarjo, 17 Juli 2025 – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menunjukkan peran nyatanya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku UMKM. Melalui kegiatan bertajuk “Pendampingan Sertifikasi Halal dan Pengelolaan Keuangan Digital pada Jaringan Wirausaha Muhammadiyah Sidoarjo”, UMSIDA menggandeng kelompok usaha JawaraMU untuk memperkuat legalitas, mutu, dan tata kelola keuangan mereka.
Program ini menjadi topik hangat dalam Podcast Biru: Publikasi Bereputasi UMSIDA, yang tayang Kamis (17/7). Dalam episode tersebut, Nur Ravita Hanun, SE., M.A., dosen Akuntansi UMSIDA sekaligus ketua tim pengabdi, menjadi narasumber bersama host Irta Fiddinia, S.I.Pust.
Menyongsong Halal Mandatory 2024
Dalam podcast dan artikel ilmiah yang menjadi dasar diskusi, Nur Ravita menguraikan tantangan besar yang dihadapi pelaku UMKM menyusul diberlakukannya kebijakan Halal Mandatory pada Oktober 2024. Berdasarkan UU No. 33 Tahun 2014, seluruh produk makanan, minuman, dan jasa sembelihan yang beredar di Indonesia wajib bersertifikasi halal.
“Banyak pelaku usaha kecil belum tersentuh program sertifikasi. Mereka masih bingung mulai dari mana, bagaimana menyusun daftar bahan, mengecek kehalalan, sampai cara mengurus izin edar,” ungkap Nur Ravita.
Kelompok usaha JawaraMU, yang berada di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo, menjadi fokus utama program ini. Mereka memproduksi berbagai makanan tradisional, jamu, keripik, hingga minuman dan jasa katering. Namun sebagian besar usaha ini belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), maupun sertifikasi halal.
Transformasi Digital Lewat Aplikasi LACI POS
Tak hanya soal halal, pelatihan juga difokuskan pada pengelolaan keuangan digital. Tim UMSIDA memperkenalkan aplikasi LACI POS KASIR, sebuah aplikasi hasil riset internal yang dirancang untuk mencatat transaksi penjualan secara real-time dan gratis digunakan oleh UMKM.
“Aplikasi ini sangat praktis dan user-friendly, cocok untuk skala kecil. Pencatatan yang baik adalah awal dari keberhasilan usaha,” jelas Nur Ravita dalam sesi pelatihan yang digambarkan penuh antusiasme oleh para peserta.
Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan intensif, pelaku usaha dibimbing untuk:
- Membuat akun OSS dan memperoleh NIB
- Mengidentifikasi bahan-bahan halal dan menyusun alur produksi
- Mengajukan sertifikasi melalui sistem SiHalal
- Mencatat keuangan usaha secara digital menggunakan LACI POS
Sinergi Mahasiswa dan Dosen: Realisasi IKU Perguruan Tinggi
Program ini juga menjadi medium nyata pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Mahasiswa dari Prodi Akuntansi dan Manajemen UMSIDA ikut serta mendampingi peserta dalam pelatihan. Mereka tidak hanya belajar langsung di lapangan, tetapi juga berkontribusi sebagai agen transformasi digital dan legalitas usaha mikro.
“Kami ingin mahasiswa punya pengalaman langsung mendampingi UMKM, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Nur Ravita.
Baca juga: 🌾 Podcast Biru Kupas Inovasi Pupuk Hayati Ramah Lingkungan dari Jamur Lokal
Langkah Kecil, Dampak Besar untuk SDGs
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Dengan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap legalitas dan mutu produk, serta kemampuan mengelola keuangan secara digital, maka pemberdayaan UMKM menjadi lebih kokoh dan berkelanjutan.
Ikuti Podcast Biru di platform:
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=WwYKS76qUho
Spotify: https://open.spotify.com/episode/0L0g3Pi7mUfRhQenEdM1LY?si=wYM_n8MSQl6hlnctVqHXfQ Noice: https://open.noice.id/content/4f9af7ef-b87a-41be-be99-f3b8943322fa
Pendampingan Sertifikasi Halal dan Pengelolaan Keuangan Digital Pada Jaringan Wirausaha Muhammadiyah Sidoarjo
URL: https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/CENDEKIA/article/view/5276