Bangkok, Thailand – Keikutsertaan Direktur Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Mochammad Tanzil Multazam, dalam 2026 Charleston Conference Asia pada 26–28 Januari 2026 di Bangkok, Thailand mendapat dukungan pembiayaan dari Crossref serta Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Dukungan ini menjadi bukti nyata kepercayaan Crossref terhadap kontribusi UMSIDA dalam penguatan infrastruktur metadata dan ekosistem scholarly communication di Indonesia dan Asia.

Gambar1. Charlestone Conference Asia Bangkok-Thailand
Kepercayaan Global terhadap Kepemimpinan Metadata UMSIDA
Pada forum internasional tersebut, Mochammad Tanzil Multazam menjadi pembicara dalam sesi “The Importance of Metadata for Asian Scholarship” bersama perwakilan Crossref dan akademisi Asia lainnya.
Keterlibatan sebagai pembicara yang didukung langsung oleh Crossref menunjukkan bahwa:
- UMSIDA dipandang sebagai aktor strategis dalam adopsi DOI dan metadata di Indonesia
- Kebijakan dan praktik metadata yang dikembangkan memiliki relevansi regional
- Komunitas global mengakui kontribusi Indonesia dalam pertumbuhan DOI di Asia
Data Crossref menunjukkan bahwa kawasan Asia telah mencatat 13,8 juta DOI terdaftar dengan pertumbuhan 93% dalam lima tahun terakhir . Indonesia sendiri termasuk lima besar kontributor karya ilmiah terdaftar di Asia, dengan lebih dari 3,02 juta works .

Gambar 2. Direktur Perpustakaan bersama dengan Tim Crossref
Dari Kuantitas ke Kualitas Metadata
Dalam presentasinya, Direktur Perpustakaan UMSIDA menekankan bahwa adopsi DOI harus dilanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu peningkatan metadata maturity.
Model yang dipaparkan menunjukkan pergeseran dari sekadar:
- Memiliki DOI
- OAI-harvestable
Menuju standar lebih tinggi:
- Metadata terstruktur dan lengkap
- Integrasi ORCID dan ROR
- Deposit referensi lengkap
- Kejelasan lisensi dan kontribusi penulis
Pendekatan ini sejalan dengan visi Research Nexus Crossref yang menekankan konektivitas global antara peneliti, institusi, karya, dan pendanaan riset .

Gambar 3. Presentasi Direktur Perpustakaan
Dampak Strategis bagi UMSIDA dan Indonesia
Pembiayaan dari Crossref dan dukungan institusi UMSIDA terhadap kegiatan ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi mencerminkan:
- Pengakuan internasional terhadap kapasitas kepemimpinan UMSIDA di bidang metadata dan Open Access.
- Posisi UMSIDA sebagai mitra strategis Crossref di Indonesia.
- Komitmen universitas dalam membangun infrastruktur riset berstandar global.
Partisipasi ini juga selaras dengan pencapaian SDGs, khususnya:
- SDG 4 (Quality Education) – peningkatan kualitas publikasi ilmiah
- SDG 9 (Innovation & Infrastructure) – penguatan infrastruktur metadata dan persistent identifier
- SDG 17 (Partnerships for the Goals) – kolaborasi global yang produktif
UMSIDA sebagai Representasi Indonesia di Forum Global
Dengan dukungan langsung dari Crossref, kehadiran Direktur Perpustakaan UMSIDA di Charleston Conference Asia 2026 mempertegas bahwa:
UMSIDA tidak hanya menjadi pengguna sistem DOI dan metadata, tetapi turut berperan aktif dalam diskursus global mengenai masa depan scholarly publishing di Asia.
Kepercayaan ini menjadi modal strategis bagi UMSIDA untuk terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas metadata nasional, serta memperkuat branding sebagai universitas berbasis riset yang terhubung secara global.




