https://library.umsida.ac.id/– Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menghadirkan Podcast BIRU (Publikasi Bereputasi UMSIDA) dengan mengangkat hasil penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries. Episode ini membahas penerapan probiotik komersial dalam budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) non-specific pathogen free (Non-SPF), sebuah topik yang relevan dengan tantangan budidaya perikanan saat ini.
Budidaya udang dengan sistem intensif dan kepadatan tinggi kerap menghadapi masalah penyakit serta penurunan kualitas air. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi yang lebih ramah lingkungan. Melalui riset ini, probiotik diposisikan sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan kesehatan udang sekaligus menjaga stabilitas lingkungan budidaya.
Penelitian menguji beberapa jenis probiotik komersial, yaitu Bio Lacto, Golden Soil, dan jamur Trichoderma sp., baik secara tunggal maupun kombinasi. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup (survival rate), pertumbuhan harian (average daily growth), efisiensi pakan (feed conversion ratio), serta kualitas air media budidaya. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan probiotik memberikan pengaruh signifikan terhadap performa produksi udang.
Lihat juga: Podcast Biru Kupas Strategi Meningkatkan Nilai Perusahaan Halal Indonesia–Malaysia
Secara khusus, Trichoderma sp. menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi, sedangkan kombinasi Trichoderma sp. dan Golden Soil memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan efisiensi pakan. Selain meningkatkan kinerja udang, aplikasi probiotik juga terbukti mampu menekan bakteri patogen Vibrio serta menurunkan kadar amonia dan parameter kualitas air lainnya, sehingga menciptakan lingkungan budidaya yang lebih stabil.
Sebagai pembedah sekaligus penulis artikel, Lukman Hudi, S.TP., M.MT., dosen Teknik Pangan UMSIDA, menegaskan bahwa penggunaan probiotik memiliki peran strategis dalam budidaya udang non-SPF.
“Probiotik tidak hanya bekerja pada sistem pencernaan udang, tetapi juga memperbaiki kualitas air. Kombinasi probiotik memberikan efek sinergis yang lebih optimal, sehingga budidaya bisa berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” jelasnya.
Diskusi ini dipandu oleh Rizqi Hasan, S.IIP. (Pustakawan UMSIDA) dan dikemas dalam suasana santai namun tetap berbasis data ilmiah, sehingga mudah dipahami oleh mahasiswa, peneliti, praktisi perikanan, hingga masyarakat umum.
Topik yang diangkat dalam Podcast BIRU ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDGs 14 (Life Below Water), yang menekankan pentingnya inovasi riset dalam mendukung ketahanan pangan dan kelestarian ekosistem perairan.
🎧 Podcast BIRU UMSIDA
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=y1hd5I1PkBM
Melalui podcast ini, Perpustakaan UMSIDA kembali menegaskan perannya sebagai penghubung antara riset bereputasi dan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk praktik budidaya yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Application of Commercial Probiotics in the Cultivation of Non-Specific Pathogen Free (Non-SPF) Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei)
URL: https://ejabf.journals.ekb.eg/article_421531.html
Lihat juga: Podcast Biru Bahas Strategi Kendali Risiko untuk Keberlanjutan Pembangkit Listrik


