Filsafat Berkeley

Resensi Buku

Judul              : Filsafat Berkeley

Pengarang    : Frederick Copleston

Penerbit         : BasaBasi 

Tahun Terbit : 2021

George Berkeley, salah satu filsuf penting dalam tradisi empirisme Inggris abad ke-18 yang dikenal melalui gagasannya yang radikal tentang realitas dan pengetahuan. Pemikirannya sering diringkas dalam ungkapan terkenal esse est percipi—“ada berarti dipersepsi”—yang menjadi inti dari idealisme subjektif yang ia kembangkan.

Lahir pada 12 Maret 1685 di Irlandia. Berkeley menempuh pendidikan di Trinity College Dublin, tempat ia kemudian menjadi dosen dan mengembangkan pemikiran filosofisnya. Latar belakangnya sebagai seorang rohaniwan Anglikan (Uskup Cloyne) berpengaruh pada arah pemikirannya, terutama dalam upayanya mempertahankan keyakinan terhadap Tuhan di tengah berkembangnya materialisme dan skeptisisme pada zamannya.

Melalui buku ini, Complestone berupaya membantu pembaca memahami bahwa filsafat Berkeley tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan sebagai respons terhadap pemikiran sebelumnya, khususnya John Locke. Inti pembahasan buku ini terletak pada penjelasan konsep utama Berkeley, yaitu penolakannya terhadap keberadaan materi sebagai substansi independen. Copleston menguraikan prinsip terkenal esse est percipi (ada berarti dipersepsi), yang menjadi dasar dari pandangan bahwa realitas terdiri dari ide-ide yang dipersepsikan oleh pikiran. Menurut Berkeley, benda-benda tidak memiliki keberadaan di luar persepsi; yang ada hanyalah pikiran dan ide-ide yang dialami. Copleston menjelaskan gagasan ini secara runtut, sehingga pembaca dapat mengikuti argumen Berkeley yang sering dianggap kontroversial.

Selain itu, Copleston juga menyoroti peran Tuhan dalam sistem filsafat Berkeley. Untuk menghindari jatuh pada solipsisme, Berkeley menyatakan bahwa keteraturan dan keberlangsungan dunia dijamin oleh Tuhan sebagai pengamat universal. Penjelasan ini menunjukkan bahwa filsafat Berkeley tidak hanya bersifat epistemologis, tetapi juga memiliki dimensi teologis yang kuat.

Kelebihan buku ini terletak pada kejelasan struktur dan kedalaman analisis yang ditawarkan Copleston. Ia berhasil menguraikan pemikiran Berkeley yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan nuansa filosofisnya. Pendekatan yang digunakan juga memperlihatkan hubungan antara Berkeley dengan tokoh-tokoh lain dalam tradisi empirisme, serta dampaknya terhadap perkembangan filsafat selanjutnya.

Namun, sebagaimana karya Copleston lainnya, gaya penulisan dalam buku ini cenderung akademis dan padat, sehingga pembaca pemula akan kesulitan untuk mencerna isi dari buku ini. Dibutuhkan energi dan waktu yang cukup untuk memahami berbagai gagasan Berkeley melalui tulisan Copleston ini.

Secara keseluruhan, Filsafat Berkeley karya Frederick Copleston ini merupakan referensi penting yang memperkenalkan dan menjelaskan pemikiran George Berkeley secara sistematis. Buku ini tidak hanya membantu pembaca memahami konsep idealisme subjektif, tetapi juga menunjukkan relevansi dan pengaruhnya dalam perkembangan filsafat modern. 

Related Posts

Inovasi

Central Asia Corner: Warisan Intelektual Muslim Jalur Sutra di Perpustakaan UMSIDA
July 8, 2025
CICIP Buku: Inovasi Unik Perpustakaan UMSIDA Hadirkan Koleksi Lewat Video Singkat
July 23, 2024
Inovasi Statistik di Perpustakaan UMSIDA: Pojok Statistik Virtual dan Program Agen Statistik untuk Meningkatkan Partisipasi Mahasiswa
May 17, 2024
HADIS: Inovasi Perpustakaan UMSIDA dalam Harmonisasi Diseminasi Ilmiah
May 3, 2024
Kesempatan Emas Bagi Dosen UMSIDA: Ikuti Hibah Buku Ajar dan Referensi 2024
March 25, 2024

Prestasi

Direktur Perpustakaan UMSIDA Terpilih sebagai Crossref Board of Directors 2026
October 23, 2026
Direktur Perpustakaan UMSIDA Jadi Kandidat Crossref Board Director 2026
September 30, 2026
Pojok Statistik UMSIDA Binaan BPS Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Terbaik 1 Nasional 2026
September 29, 2026
Direktur Perpustakaan UMSIDA Dampingi 47 Jurnal Universitas Brawijaya Menuju Indeksasi Scopus
September 18, 2026
Direktur Perpustakaan UMSIDA Bekali Editor FISIB UTM Hadapi Tata Kelola dan Akreditasi Jurnal 2026
August 14, 2026

Kerjasama

Direktur Perpustakaan UMSIDA Terpilih sebagai Crossref Board of Directors 2026
October 23, 2026
Dari Laporan Warga ke Aksi Lapangan, Pojok Statistik Perpustakaan UMSIDA Kawal TERASI Wonoayu
October 14, 2026
Direktur Perpustakaan UMSIDA Jadi Kandidat Crossref Board Director 2026
September 30, 2026
Umsida Sambut Tim BPS dalam Field Evaluation Pojok Statistik: Perkuat Literasi Data dan Wujudkan Diktisaintek Berdampak
September 4, 2026
Direktur Perpustakaan UMSIDA Bekali Editor FISIB UTM Hadapi Tata Kelola dan Akreditasi Jurnal 2026
August 14, 2026

Kegiatan Literasi

Punya Impian Kuliah di Jerman? Kenali Jalur dan Peluang Beasiswanya!
October 15, 2026
Penasaran dengan Sastra Jerman? Temukan Lima Kisah Menarik lewat Buku-Buku Ini!
October 14, 2026
Baru Mau Membaca Sastra Jerman? Ini Cara Memulainya!
October 13, 2026
Kenalan dengan Goethe dan Kafka, Dua Nama Besar dalam Sastra Jerman
October 12, 2026
Perpustakaan UMSIDA Bekali Mahasiswa Strategi Menemukan Ide Penelitian dan Mengembangkan Topik Skripsi Berbasis Referensi Ilmiah
October 9, 2026

Agenda

There're no item that match your search criteria. Please try again with different keywords.