https://library.umsida.ac.id/ – Podcast Biru UMSIDA kembali menghadirkan diskusi akademik yang relevan dengan isu pendidikan dan keberlanjutan melalui topik “Fostering Environmental Awareness and Social Attitudes in Early Childhood through Green-Tech Project-Based Learning and Teacher Guidance”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026 pukul 13.00 WIB, menghadirkan Nurhayati, S.IIP. sebagai moderator dan Choirun Nisak Aulina, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Choirun Nisak Aulina menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter, termasuk kesadaran lingkungan dan sikap sosial. Ia menjelaskan bahwa pendekatan konvensional yang bersifat teoritis belum cukup efektif dalam menanamkan nilai keberlanjutan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pengalaman langsung dengan konteks kehidupan nyata.
Salah satu pendekatan yang diangkat adalah Green Technology Project-Based Learning (GTPBL), yaitu model pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan isu lingkungan dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Melalui kegiatan seperti pengelolaan sampah sederhana, penanaman tanaman, hingga simulasi energi terbarukan, anak-anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membangun kebiasaan dan sikap peduli lingkungan sejak dini. Selain itu, aktivitas kolaboratif dalam proyek turut mendorong perkembangan sikap sosial seperti kerja sama, empati, dan tanggung jawab.

Menurut Choirun Nisak Aulina, keberhasilan implementasi model ini sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, memotivasi, serta membantu anak merefleksikan pengalaman belajar. “Pendampingan guru menjadi kunci agar anak mampu mengaitkan pengalaman proyek dengan nilai-nilai kehidupan, seperti kepedulian terhadap lingkungan dan hubungan sosial yang positif,” jelasnya.
Lihat juga: Probiotik Jadi Solusi Budidaya Udang Vannamei Non-SPF yang Lebih Sehat dan Berkelanjutan
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa integrasi teknologi hijau dalam pembelajaran tidak harus bersifat kompleks. Pendekatan sederhana yang kontekstual justru lebih efektif bagi anak usia dini, selama mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter yang berkelanjutan.
Diskusi dalam Podcast Biru ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran seperti GTPBL memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman anak terhadap isu lingkungan, tetapi juga membentuk sikap sosial yang konstruktif. Ke depan, penerapan model serupa diharapkan dapat memperkaya praktik pembelajaran dan mendukung terbentuknya generasi yang lebih peduli, adaptif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=fVGsHtfjh90
Spotify: https://open.spotify.com/episode/0a5KXB9fhdrpifHYiaWcHl?si=Qsqth4SWQhKjBkncA4uBjA
Noice: https://open.noice.id/content/1f73d72d-e1db-45a9-bc04-25bb56327e83
Fostering Environmental Awareness and Social Attitudes in Early Childhood through Green-Tech Project-Based Learning and Teacher Guidance
URL: https://www.ijiet.org/show-233-3098-1.html
Lihat juga: Podcast Biru Kupas Strategi Meningkatkan Nilai Perusahaan Halal Indonesia–Malaysia




