Direktur Perpustakaan UMSIDA Jadi Pembicara di Bengaluru, India pada Global Summit Diamond Open Access 2026

Bengaluru, India— Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali mencatat capaian internasional melalui keikutsertaan Direktur Perpustakaan UMSIDA, Mochammad Tanzil Multazam, sebagai pembicara dalam 3rd Global Summit on Diamond Open Access yang telah diselenggarakan pada 2–6 Februari 2026 di Bengaluru, Karnataka, India. Forum internasional tersebut mengangkat tema “Collaboration for Equitable Digital Infrastructures and Knowledge Commons in Agriculture and Broader Scientific Research System.”

Partisipasi tersebut menegaskan bahwa Perpustakaan UMSIDA tidak hanya berperan pada level institusi, tetapi juga hadir dalam percakapan global mengenai Diamond Open Access, Open Science, dan penguatan infrastruktur pengetahuan yang adil, terbuka, dan berkelanjutan. Undangan resmi kepada Mochammad Tanzil Multazam disampaikan oleh panitia dalam kapasitasnya sebagai Library Director of Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dengan pertimbangan bahwa pengalaman UMSIDA dalam mendukung akses sumber daya ilmiah, pengelolaan repositori institusi, dan layanan riset dinilai relevan untuk memperkaya diskusi internasional.

Baca juga: Kepala Perpustakaan Umsida Kemukakan Kunci Keberhasilan Akses Terbuka Pada Global Summit di Mexico

Gambar 1. Direktur Perpustakaan bersama dengan Johan Rooryck (Co-coordinator, European Diamond Capacity Hub at OPERAS Research Infrastructure) salah satu sponsor 3rd Global Summit on Diamond Open Access.

Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh biaya keikutsertaan dalam kegiatan ini ditanggung oleh UNESCO dan para sponsor, termasuk Relawan Jurnal Indonesia. Dukungan tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan jejaring internasional terhadap kontribusi yang dibawa dari Indonesia, khususnya dalam penguatan ekosistem publikasi ilmiah nonkomersial dan berbasis komunitas.

Dalam forum tersebut, Mochammad Tanzil Multazam menyampaikan materi berjudul “Building a Sustainable, High-Integrity, Article-Centric Diamond Open Access Ecosystem.” Pada halaman pembuka materi, ia diperkenalkan sebagai Co-Founder and Supervisor of Relawan Jurnal Indonesia sekaligus Library Director of Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa keberlanjutan Diamond Open Access tidak cukup hanya bertumpu pada prinsip keterbukaan, tetapi harus dibangun di atas sistem integritas yang kuat. Dalam presentasinya, ekosistem Diamond OA digambarkan sebagai bangunan pengetahuan yang ditopang oleh tiga unsur utama, yaitu integrity systems, structural funding, dan collaborative governance. Kerangka ini menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap komunikasi ilmiah harus ditunjang oleh mekanisme integritas yang nyata, terlihat, dan diterapkan secara konsisten.

Selain itu, presentasi tersebut juga menyoroti bahwa keadilan ekonomi tidak secara otomatis menjamin integritas akademik. Sejumlah ancaman terhadap dunia publikasi ilmiah dipetakan secara tegas, di antaranya paper mills, authorship brokerage, editorial seat selling, citation cartels, dan peer review manipulation. Pokok gagasan yang disampaikan adalah bahwa model Diamond Open Access memang mengurangi hambatan biaya bagi penulis dan pembaca, namun tetap memerlukan sistem pertahanan aktif agar ekosistem nonkomersial tidak menjadi ruang baru bagi berbagai bentuk manipulasi akademik.

Dalam paparannya, Mochammad Tanzil Multazam juga menekankan urgensi pergeseran dari pendekatan journal-centric menuju article-centric. Menurut kerangka yang ia bangun, tekanan volume naskah global, termasuk akibat perkembangan AI-assisted writing, telah melampaui kapasitas filter berbasis prestise jurnal. Oleh karena itu, kualitas penelitian perlu semakin diarahkan pada evaluasi terhadap research object atau substansi artikel, bukan semata pada reputasi wadah publikasinya. Dalam konteks tersebut, jurnal diposisikan ulang sebagai infrastruktur sertifikasi ilmiah yang transparan, bukan hanya sebagai label prestise.

Gambar 2. Foto bersama para delegasi 3rd Global Summit on Diamond Open Access Bengaluru, India.

Pendekatan article-centric tersebut kemudian dihubungkan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur pengetahuan jangka panjang. Dalam materinya, unsur-unsur seperti open reviews, metrics, verification, persistent identifiers (PIDs), dan preservation ditempatkan sebagai bagian dari investasi strategis untuk menjamin kualitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan publikasi ilmiah. Argumen yang dibangun menunjukkan bahwa pendanaan Diamond Open Access akan menjadi lebih kuat secara kelembagaan apabila diarahkan pada mutu infrastruktur, bukan sekadar pada dominasi merek jurnal.

Pada bagian akhir presentasi, ia juga menampilkan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) sebagai contoh model operasional yang mampu menjembatani universities and libraries, publishers, dan global indexers. RJI diposisikan sebagai hub yang mendukung layanan bersama, penguatan kapasitas, peningkatan mutu metadata, preservasi, serta pengembangan kerangka audit untuk menopang ekosistem publikasi ilmiah nasional yang lebih profesional dan skalabel. Materi tersebut menampilkan bahwa RJI telah berinteraksi dengan lebih dari 3.900 publisher members dalam penguatan layanan dan standardisasi.

Gambar 3. (Dari Kiri ke kanan) Arbain-Relawan Jurnal Indonesia, Ikhwan Arief-DOAJ, Yusuf Saefudin -Relawan Jurnal Indonesia, Mochammad Tanzil Multazam – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, David Oliva Uribe – Senior Consultant Unesco, Eleni Boursinou- Consultant, Unesco

Keikutsertaan Direktur Perpustakaan UMSIDA dalam forum ini sejalan dengan karakter Diamond Open Access yang dipromosikan oleh summit, yaitu model publikasi ilmiah berbasis komunitas tanpa hambatan finansial bagi penulis maupun pembaca. Dalam brosur resmi kegiatan dijelaskan bahwa model ini menonjolkan nilai equity, sustainability, multilingualism, dan bibliodiversity, serta selaras dengan UNESCO Recommendation on Open Science, Action Plan for Diamond Open Access, dan komitmen global untuk menjadikan pengetahuan sebagai barang publik.

Gambar 4.. Pemapaparan Direktur Perpustakaan terkait Dasar Sistem Integritas dalam Diamond Open Access Journal

Bagi Perpustakaan UMSIDA, keterlibatan ini memiliki arti strategis. Kehadiran Mochammad Tanzil Multazam dalam forum internasional tersebut memperkuat posisi Perpustakaan UMSIDA sebagai institusi yang aktif dalam pengembangan repositori, literasi ilmiah, akses pengetahuan, dan tata kelola komunikasi ilmiah yang berintegritas. Pada saat yang sama, partisipasi ini juga memperluas jejaring internasional Perpustakaan UMSIDA dalam isu open access, scholarly publishing, dan academic library leadership.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, capaian ini juga relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 tentang inovasi dan infrastruktur, SDG 16 tentang kelembagaan yang kuat dan berintegritas, serta SDG 17 tentang kemitraan global. Melalui partisipasi pada forum ini, Perpustakaan UMSIDA kembali menunjukkan kontribusinya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang inklusif, kredibel, dan berdampak luas bagi masyarakat akademik maupun publik.

Lihat: Video Presentasi Direktur Perpustakaan pada Diamond Open Access 2026 di Bengaluru, India
Materi Presentasi: Building a Sustainable, High-Integrity, Article-Centric Diamond Open Access Ecosystem

Related Posts

Inovasi

Central Asia Corner: Warisan Intelektual Muslim Jalur Sutra di Perpustakaan UMSIDA
July 8, 2025
CICIP Buku: Inovasi Unik Perpustakaan UMSIDA Hadirkan Koleksi Lewat Video Singkat
July 23, 2024
Inovasi Statistik di Perpustakaan UMSIDA: Pojok Statistik Virtual dan Program Agen Statistik untuk Meningkatkan Partisipasi Mahasiswa
May 17, 2024
HADIS: Inovasi Perpustakaan UMSIDA dalam Harmonisasi Diseminasi Ilmiah
May 3, 2024
Kesempatan Emas Bagi Dosen UMSIDA: Ikuti Hibah Buku Ajar dan Referensi 2024
March 25, 2024

Prestasi

Perpustakaan UMSIDA Berhasil Pertahankan Standar Unggul dengan Akreditasi A
March 31, 2026
Didukung Pembiayaan Crossref, Direktur Perpustakaan UMSIDA Tampil di Forum Internasional Charleston Conference Asia 2026
February 13, 2026
Perpustakaan UMSIDA sebagai Mitra Strategis Pengembangan Rumah Sakit Pendidikan
January 2, 2026
UMSIDA Berprestasi: Akreditasi Perpustakaan 2025 Berjalan Sempurna
November 17, 2025
Suryo Gigih Prasetyo Berhasil Kompeten dalam Skema Pelaksanaan Promosi Layanan Perpustakaan
November 10, 2025

Kerjasama

Perpustakaan UMSIDA Jalin Kerja Sama dengan PressReader, Akses Ribuan Majalah dan Koran Dunia Kini Lebih Mudah
April 2, 2026
Tiga Pustakawan UMSIDA Masuk Kepengurusan FPPTMA Jawa Timur Periode 2025–2027
March 13, 2026
UMSIDA dan BPS Sidoarjo Mantapkan Kolaborasi Pojok Statistik dan Program Akademik 2026
January 30, 2026
Direktur Perpustakaan UMSIDA Beri Workshop “AI Usage in College” untuk Pustakawan dan Mahasiswa EAGI Kazakhstan
January 19, 2026
Apresiasi Karya Mahasiswa: Lukisan Terbaik PGSD -FPIP Umsida Masuk Koleksi Perpustakaan
January 19, 2026

Kegiatan Literasi

Bedah Buku Seru di Perpustakaan UMSIDA: Kupas Tuntas Stimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini
April 1, 2026
Kenalkan Akses Surat Kabar dan Majalah Digital, Perpustakaan UMSIDA Adakan OLC Sosialisasi PressReader untuk Dosen
March 13, 2026
Edukasi Dosen dan Mahasiswa, Perpustakaan UMSIDA Adakan Online Literacy Class tentang Etika Publikasi Ilmiah
March 13, 2026
Podcast Biru Perpustakaan UMSIDA: Inovasi Belajar Bahasa Inggris dengan Virtual Reality
March 12, 2026
Perpustakaan UMSIDA Bedah Buku “English for Islamic Studies” dalam Podcast Edukatif
March 6, 2026