SIDOARJO – Laporan warga dapat menjadi langkah awal untuk menjaga lingkungan ketika ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Hal ini terlihat dalam kegiatan verifikasi lapangan atas laporan melalui TERASI (Titik Evaluasi Rute dan Area Sampah Terintegrasi) yang dilaksanakan Kecamatan Wonoayu pada Rabu (14/10/2026) di Desa Jimbaran Kulon, tepatnya di kawasan hulu Kali Bader, Kabupaten Sidoarjo. Dalam inovasi ini, Pojok Statistik di bawah naungan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) turut berperan mengawal implementasi layanan web TERASI.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Wonoayu, Drs. Anwar, selaku Pembina Inovasi TERASI. Tim kecamatan mendatangi lokasi yang dilaporkan warga untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan.
Dari Aduan Digital Menuju Aksi Nyata

TERASI merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dikembangkan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Wonoayu. Melalui laman TERASI, warga dapat melaporkan tumpukan atau pembuangan sampah liar dengan menyertakan lokasi, keterangan, dan foto.
Laporan yang masuk diverifikasi dan ditampilkan pada peta berbasis web bersama informasi lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tersedia. Pemetaan ini membantu pemerintah kecamatan dan desa mengenali lokasi permasalahan serta menentukan prioritas penanganan secara lebih terarah.
Sesuai maklumat pelayanan, laporan ditargetkan diverifikasi paling lama tiga hari dan ditangani paling lama tujuh hari kerja setelah terverifikasi. Mekanisme ini mendukung SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pelayanan publik yang responsif dan terstruktur.
Menjaga Hulu Kali Bader, Mengantisipasi Risiko Banjir

Verifikasi di kawasan hulu Kali Bader berkaitan dengan upaya mencegah sampah mengganggu aliran air dan meningkatkan risiko genangan maupun banjir. Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Wonoayu, salah satu jalur pergerakan barang dan jasa di Kabupaten Sidoarjo.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan permukiman ini sejalan dengan SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Partisipasi warga dalam melaporkan persoalan di sekitarnya juga menjadi langkah penting untuk membantu pemerintah mengenali masalah dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Kolaborasi Digital Pojok Statistik untuk Masyarakat

Keterlibatan Pojok Statistik dalam TERASI memperlihatkan bagaimana pengetahuan dan keterampilan digital dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Sebagai bagian dari Perpustakaan UMSIDA, Pojok Statistik berkontribusi dalam mengawal implementasi layanan web TERASI yang menjadi sarana pelaporan sampah liar di Kecamatan Wonoayu.
Ketua Tim Pojok Statistik, Adzra Aniqoh, berkontribusi melalui keahlian pemrograman (coding) untuk mendukung implementasi sistem tersebut. Peran ini menjadi contoh penerapan kompetensi digital dalam mendukung inovasi pelayanan publik, sekaligus memperluas bentuk kontribusi perguruan tinggi di luar kegiatan akademik di kampus.
Kolaborasi antara Kecamatan Wonoayu dan Pojok Statistik Perpustakaan UMSIDA mencerminkan semangat SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui TERASI (Titik Evaluasi Rute dan Area Sampah Terintegrasi), masyarakat diharapkan semakin aktif melaporkan temuan sampah liar, sementara pemerintah dapat memanfaatkan informasi yang terkumpul sebagai dasar penentuan tindak lanjut. Sinergi ini diharapkan membantu mewujudkan lingkungan Wonoayu yang lebih bersih, aman, dan berkelanjutan. (Naskah awal: Adzra Aniqoh; editor: Tim Berita Perpustakaan UMSIDA)
Baca Juga : Pojok Statistik UMSIDA Binaan BPS Kabupaten Sidoarjo Kembali Raih Terbaik 1 Nasional 2026




