Malang — Direktur Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Mochammad Tanzil Multazam, S.H., M.Kn., dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop dan Pendampingan Indeksasi Scopus bagi Jurnal-Jurnal Universitas Brawijaya, yang dilaksanakan pada 24 Juni 2026 di Universitas Brawijaya (UB), Malang.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya tersebut diikuti pengelola 47 jurnal berstatus SINTA 1, SINTA 2, dan SINTA 3. Program ini dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga pendampingan dan evaluasi kesiapan masing-masing jurnal menuju indeksasi internasional.
Keikutsertaan Direktur Perpustakaan UMSIDA sebagai narasumber sejalan dengan fokus kegiatan UB yang mendorong jurnal-jurnal dengan reputasi nasional untuk tidak berhenti pada pencapaian akreditasi. Jurnal yang telah memiliki tata kelola baik di tingkat nasional perlu mulai meningkatkan kualitas, visibilitas, dan reputasi publikasinya agar mampu menjangkau komunitas ilmiah internasional.
Bedah Jurnal dari Sisi Manajemen
Dalam workshop tersebut, Mochammad Tanzil Multazam menyampaikan materi mengenai indeksasi Scopus dan bedah jurnal dari sisi manajemen. Materi tidak hanya membahas teori mengenai indeksasi internasional, tetapi juga berbagi pengalaman dalam mengevaluasi jurnal yang sedang mempersiapkan diri untuk mengajukan indeksasi Scopus.
Sementara itu, Dr. Muhammad Nur Hudha, S.Pd., M.Pd. memberikan materi mengenai instrumen penilaian tata kelola manajemen Open Journal Systems (OJS). Dengan kombinasi kedua materi tersebut, peserta memperoleh perspektif mulai dari kesiapan teknis platform hingga kesiapan pengelolaan dan strategi indeksasi jurnal.
Pendampingan dilakukan dengan melihat kondisi setiap jurnal secara lebih spesifik. Aspek yang dievaluasi mencakup kualitas artikel, konsistensi penerbitan, kebijakan editorial, proses peer review, etika publikasi, hingga kualitas laman OJS.
Model pendampingan tersebut penting karena setiap jurnal memiliki tingkat kesiapan dan persoalan yang berbeda. Dengan demikian, strategi menuju indeksasi internasional tidak dapat diterapkan secara seragam kepada seluruh jurnal.
Akreditasi Nasional Bukan Titik Akhir
Kegiatan ini juga mempertegas bahwa memperoleh akreditasi nasional bukan merupakan titik akhir pengembangan sebuah jurnal ilmiah.
Jurnal yang telah mencapai SINTA 1, SINTA 2, maupun SINTA 3 tetap memerlukan pengembangan berkelanjutan apabila ingin memperluas visibilitas dan reputasinya pada tingkat internasional.

Gambar 1. Pembicara dan Para Peserta Workshop
Universitas Brawijaya menempatkan peningkatan kualitas, visibilitas, dan reputasi jurnal sebagai tujuan utama workshop. Setiap jurnal diharapkan mampu melakukan evaluasi diri, mengetahui aspek yang masih harus diperbaiki, serta mempersiapkan diri secara lebih sistematis sebelum mengajukan indeksasi Scopus.
Persiapan tersebut tidak terbatas pada kelengkapan administratif. Jurnal perlu membangun proses editorial yang kuat, peer review yang kredibel, etika publikasi yang bertanggung jawab, konten yang relevan dan orisinal, keteraturan penerbitan, komposisi dewan editor yang memadai, serta visibilitas jurnal yang semakin luas.
47 Jurnal Mendapat Evaluasi dan Rekomendasi Teknis
Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah pendampingan langsung terhadap jurnal peserta.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, workshop dan pendampingan menghasilkan sejumlah capaian. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai persyaratan, tahapan, dan strategi indeksasi Scopus. Masing-masing jurnal juga memperoleh evaluasi mengenai kesiapan substansi maupun tata kelolanya.
Dari proses tersebut, dapat diidentifikasi berbagai aspek yang masih harus ditingkatkan pada setiap jurnal. Pengelola kemudian memperoleh rekomendasi teknis yang disesuaikan dengan kondisi jurnal masing-masing sebagai dasar melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Pendampingan juga diarahkan untuk membangun koordinasi antara pengelola jurnal dengan Subdirektorat Publikasi Ilmiah dan Ketahanan Jurnal Universitas Brawijaya sehingga proses peningkatan kualitas tidak berhenti setelah workshop selesai.
UB dalam laporan kegiatannya merekomendasikan agar pendampingan dilanjutkan secara berkala hingga tahap pengajuan dan evaluasi indeksasi. Progres perbaikan jurnal juga perlu dimonitor secara periodik serta didukung melalui kebijakan, pendanaan, dan penguatan sumber daya manusia.

Gambar 2. Suasana Workshop
Kontribusi UMSIDA dalam Pengembangan Ekosistem Publikasi Ilmiah
Kepercayaan Universitas Brawijaya kepada Direktur Perpustakaan UMSIDA menjadi bagian dari kontribusi UMSIDA dalam pengembangan ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia.
Peran perpustakaan perguruan tinggi saat ini berkembang melampaui pengelolaan koleksi dan penyediaan sumber informasi. Perpustakaan juga memiliki posisi strategis dalam ekosistem komunikasi ilmiah, mulai dari literasi informasi dan riset, pengelolaan publikasi, metadata dan identitas ilmiah, diseminasi hasil penelitian, hingga peningkatan visibilitas dan dampak karya akademik.
Kegiatan di Universitas Brawijaya sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarlembaga dalam meningkatkan mutu jurnal ilmiah Indonesia.
Dengan pengembangan yang dilakukan secara sistematis, jurnal tidak hanya diarahkan untuk memenuhi persyaratan indeksasi, tetapi juga membangun tata kelola publikasi yang sehat, menjaga kualitas ilmiah, serta memastikan artikel yang diterbitkan semakin mudah ditemukan dan digunakan oleh komunitas akademik internasional.
Bagi UMSIDA, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi institusi dalam memperkuat kapasitas pengelola jurnal dan mendukung peningkatan kualitas komunikasi ilmiah nasional
Sumber: Prasetya Universitas Brawijaya, “Tak Cukup Terakreditasi, Jurnal UB Didorong Naik Kelas.” https://prasetya.ub.ac.id/en/tak-cukup-terakreditasi-jurnal-ub-didorong-naik-kelas/




