SIDOARJO — Perkembangan teknologi digital dan sains data terus mendorong transformasi di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam industri olahraga, kesehatan, dan kebugaran fisik. Menggabungkan ranah teknologi sensor dengan analisis kuantitatif kini menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan performa tubuh manusia. Semangat inovasi berbasis data ini tecermin dalam penyelenggaraan seminar bertajuk NGULIK 29.0 Spesial yang diinisiasi oleh Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Melalui kolaborasi strategis antara Direktorat Perpustakaan UMSIDA dan Badan Pusat Statistik (BPS), forum ilmiah ini berhasil menyatukan perspektif akademik, praktisi data, serta sains olahraga demi mendukung gerakan UMSIDA Berdampak.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kampus 2 UMSIDA pada Rabu, 2 September 2026 ini mengusung tema utama “Wearables & Statistics: Masa Depan Pengukuran Kekuatan Otot Manusia”, dengan fokus subtema “Integrasi Data Sensor, AI, dan Statistik untuk Latihan yang Lebih Tepat Sasaran”. Program rutin NGULIK edisi ke-29 ini menyajikan ruang diskusi mendalam mengenai implementasi praktis teknologi pintar dalam merekam, menganalisis, serta mengoptimalkan kekuatan otot secara terukur dan presisi.
Akselerasi UMSIDA Berdampak melalui Sinergi Lintas Sektor
Penyelenggaraan NGULIK 29.0 Spesial menjadi bukti nyata dari komitmen UMSIDA Berdampak yang terus diupayakan oleh Civitas Akademika UMSIDA. Program ini hadir tidak sekadar sebagai ajang pertukaran ilmu pengetahuan teoretis, melainkan sebagai wadah edukasi publik yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di masyarakat. Melalui kemitraan erat antara Direktorat Perpustakaan UMSIDA, Pojok Statistik, dan BPS, acara ini menegaskan pentingnya literasi data di berbagai disiplin ilmu, khususnya dalam mendukung riset interdisipliner dan pengembangan inovasi tepat guna.
Kehadiran Pojok Statistik UMSIDA yang disokong penuh oleh BPS dan fasilitas Direktorat Perpustakaan UMSIDA memainkan peran vital sebagai jembatan informasi. Kerja sama ini secara konsisten menghadirkan ruang edukasi bagi mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum agar makin terampil memanfaatkan data empiris dan teknologi mutakhir demi kebermanfaatan yang lebih luas.

Integrasi Sensor, Artificial Intelligence, dan Analisis Statistik
Dalam era transformatif saat ini, penggunaan perangkat wearable seperti jam tangan pintar, gelang pelacak kebugaran, hingga sensor elektromiografi (EMG) telah mengubah paradigma pemantauan fisik. Teknologi wearable kini mampu merekam sinyal biomekanik dan respons biologis tubuh secara real-time. Namun, aliran data mentah dari sensor tersebut tidak akan memberikan nilai optimal tanpa adanya sentuhan sains data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Melalui integrasi algoritma AI, Machine Learning, dan kecerdasan statistik, data sensor yang bersifat kompleks dan bervariasi dapat diolah menjadi informasi yang berdaya guna tinggi. Metode statistik berperan penting dalam menyaring noise, memvalidasi tingkat akurasi pengukuran, hingga membangun model prediktif mengenai tingkat kelelahan otot, risiko cedera, serta potensi peningkatan kekuatan fisik seseorang. Kombinasi interdisipliner ini memungkinkan perancangan program latihan yang sangat personal (personalized training) dan presisi, menyesuaikan dengan kondisi biologis unik dari setiap individu.
Kolaborasi Pakar dan Akademisi Lintas Disiplin
Diskusi interaktif pada edisi NGULIK 29.0 Spesial ini diperkaya oleh kehadiran para pakar yang kompeten di bidangnya masing-masing. Hadir sebagai Keynote Speaker, Dr. Suprianto, S.Si., M.Si., seorang dosen pakar matematika dan statistik yang memberikan wawasan komprehensif mengenai pentingnya pemodelan data kuantitatif serta pengolahan data statistik modern dalam sains terapan.
Sesi pemaparan materi inti disampaikan oleh Dr. Widi Arti, S.Fis., M.Kes., AIFO., seorang pakar sains olahraga (Sport Scientist) sekaligus analis data kesehatan (Health Data Analyst). Dalam sesi pemaparannya, dipaparkan bagaimana pengukuran kekuatan otot secara konvensional kini dapat ditingkatkan akurasinya dengan bantuan data sensor biomekanik dan analisis fisiologis. Penggunaan perangkat terhubung memfasilitasi pemantauan aktivitas fisiologis secara lebih mendalam, sehingga evaluasi efektivitas latihan fisik dapat dilakukan berdasarkan fakta data objektif, bukan sekadar perkiraan intuitif.
Jalannya seminar dimoderatori secara interaktif oleh Dr. Cindy Cahyaning Astuti, S.Si., M.Si., seorang praktisi AI dan Machine Learning yang menjembatani keterkaitan antara konsep teknis sains data dengan pemanfaatan di bidang kesehatan fisik.
Baca juga: Perpustakaan Umsida-BPS Gelar Ngulik 16.0: Mengelola Lingkungan, Mengelola Masa Depan
Dampak Luas Bagi Ekosistem Akademik dan Pengembang Teknologi
Seminar hybrid yang diselenggarakan secara gratis melalui sistem pendaftaran SIOMAH UMSIDA ini menyedot perhatian luas dari berbagai lapisan peserta. Mahasiswa dari program studi informatika, teknik, kesehatan, sains data turut serta dalam forum ini.
Dampak dari forum ilmiah ini tidak hanya berhenti pada peningkatan pemahaman teoretis peserta, tetapi juga memicu potensi riset kolaboratif dan lahirnya solusi teknologi baru. Bagi para mahasiswa Informatika dan teknik, pemahaman mengenai integrasi sensor, AI, dan statistik membuka ruang inovasi luas untuk merancang perangkat lunak maupun perangkat keras kebugaran lokal yang terjangkau dan akurat. Sementara bagi mahasiswa kesehatan, pendekatan berbasis data ini membantu meningkatkan efisiensi proses rehabilitasi fisik serta pencegahan cedera atlet secara lebih terukur.
Melalui keberlanjutan program NGULIK edisi spesial ini, kolaborasi antara Pojok Statistik UMSIDA, BPS, dan Direktorat Perpustakaan UMSIDA kembali membuktikan peran strategis universitas dalam menghasilkan karya dan edukasi yang berdampak nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kesejahteraan masyarakat. (Atikha)




