https://library.umsida.ac.id/ — Proses kimia sering kali dianggap hanya berkaitan dengan rumus, reaksi, dan aktivitas di laboratorium. Padahal, hampir setiap produk manufaktur yang digunakan masyarakat—mulai dari keramik, semen, sabun, bahan bakar, hingga cat—lahir melalui rangkaian proses kimia yang terukur dan dikendalikan secara ketat.
Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam Podcast Bedah Buku Ajar Dosen UMSIDA yang diselenggarakan Direktorat Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Rabu, 5 Agustus 2026. Podcast tersebut menghadirkan Dr. Atikha Sidhi Cahyana, ST., MT. sebagai pembedah dan dipandu oleh Noor Masuddin, S.Sos., Pustakawan UMSIDA.
Dalam episode ini, Dr. Atikha mengulas buku “Proses Kimia dalam Industri Manufaktur” yang ditulis bersama Wiwik Sulistiyowati, ST., MT. Buku terbitan UMSIDA Press tersebut dirancang sebagai referensi pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara teori kimia dan praktik produksi dalam dunia industri.
Pembahasan dalam buku mencakup enam sektor utama, yaitu industri keramik, semen, sabun dan deterjen, alkohol, minyak bumi, serta cat dan pernis. Setiap bab menguraikan bahan baku, karakteristik material, reaksi yang terjadi, tahapan produksi, diagram alir, hingga proses pengendalian hasil produksi.
Kimia Menentukan Mutu Produk
Dr. Atikha menilai bahwa proses kimia merupakan salah satu fondasi penting dalam industri manufaktur. Menurutnya, mutu produk tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan baku yang digunakan, tetapi juga oleh ketepatan komposisi, suhu, waktu proses, metode pencampuran, pemisahan, serta tahapan pemurnian.
Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami alasan di balik setiap tahapan produksi. Dengan demikian, mahasiswa tidak sekadar menghafal reaksi kimia, tetapi mampu menjelaskan perubahan yang terjadi pada bahan sejak masuk sebagai bahan mentah hingga menjadi produk siap digunakan.
Pada industri keramik, misalnya, bahan harus melewati tahap pencampuran, pembentukan, pengeringan, pengglasiran, dan pembakaran. Proses pembakaran menjadi bagian penting karena mengubah keramik yang semula rapuh menjadi lebih padat, kuat, keras, dan kedap air. Sementara itu, pengglasiran berfungsi memperindah permukaan sekaligus meningkatkan ketahanan produk terhadap air.
Keramik juga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau bahan bangunan. Material ini dapat dimanfaatkan sebagai isolator listrik, alat pemotong, komponen pengeras suara, rotor mesin diesel, hingga bagian dari turbin karena memiliki ketahanan terhadap panas dan karakteristik material yang khas.
Lihat juga: Bedah Buku Psikologi Perkembangan Manusia: Memahami Perubahan Individu Sepanjang Hayat
Dari Semen hingga Sabun
Pada pembahasan industri semen, buku menjelaskan dua metode produksi, yakni proses basah dan proses kering. Proses basah menghasilkan campuran bahan yang lebih homogen dan relatif sedikit debu, tetapi membutuhkan konsumsi bahan bakar lebih besar. Sebaliknya, proses kering lebih hemat energi, meskipun pencampurannya cenderung kurang homogen dan menghasilkan lebih banyak debu.
Mutu semen kemudian diperiksa melalui pengujian kimia dan fisika. Pemeriksaan tersebut mencakup komposisi senyawa penyusun, kehalusan, kekuatan tekan, kekuatan tarik, hingga waktu pengikatan. Langkah ini diperlukan agar semen yang diproduksi memiliki kualitas yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
Pembahasan lain yang dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah proses pembuatan sabun. Sabun terbentuk dari minyak nabati atau lemak hewani yang direaksikan dengan natrium hidroksida atau kalium hidroksida. Molekul sabun memiliki bagian yang tertarik pada air dan bagian lain yang berikatan dengan minyak atau kotoran.
Karakteristik tersebut memungkinkan sabun membentuk misel yang mengikat kotoran, kemudian membawanya keluar saat pembilasan. Prinsip ini menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti mencuci sebenarnya melibatkan mekanisme kimia yang cukup kompleks.
Memahami Alkohol dan Minyak Bumi
Podcast ini juga mengulas proses produksi alkohol atau etanol. Dalam konteks industri di Indonesia, etanol dapat diproduksi dari molase atau tetes tebu melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme, terutama ragi. Keberhasilan fermentasi dipengaruhi oleh suhu, tingkat keasaman, nutrisi, jenis ragi, dan kondisi proses.
Alkohol yang dihasilkan tidak hanya digunakan dalam produk minuman. Senyawa tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pelarut, reagen laboratorium, bahan bakar, bahan baku industri kimia, serta bahan pendukung dalam industri kecantikan dan kedokteran.
Sementara itu, pengolahan minyak bumi menghasilkan beragam produk yang digunakan hampir di seluruh sektor kehidupan. Produk tersebut antara lain bensin, LPG, bahan bakar pesawat, minyak tanah, solar, pelumas, plastik, aspal, parafin, sulfur, dan bahan petrokimia.
Minyak mentah harus melalui tahapan distilasi, pemecahan molekul hidrokarbon atau cracking, serta pemurnian untuk menghasilkan produk dengan karakteristik tertentu. Melalui proses tersebut, fraksi minyak bumi dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih dan diolah sesuai kebutuhan industri.
Menjembatani Teori dan Dunia Industri
Dr. Atikha berpandangan bahwa pembelajaran proses kimia perlu disampaikan secara kontekstual dan terhubung dengan persoalan nyata di industri. Pemahaman tersebut penting agar mahasiswa mampu melihat hubungan antara bahan, reaksi, peralatan, kondisi operasi, keselamatan kerja, dan kualitas produk.
Menurutnya, mahasiswa teknik tidak cukup hanya mengetahui bagaimana suatu produk dibuat. Mereka juga perlu memahami mengapa proses tertentu dipilih, risiko apa yang dapat muncul, serta bagaimana menjaga hasil produksi agar tetap aman, efisien, dan berkualitas.
Melalui Podcast Bedah Buku Ajar Dosen UMSIDA, Direktorat Perpustakaan UMSIDA berupaya membawa karya akademik dosen ke dalam format yang lebih komunikatif dan mudah dijangkau. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang belajar yang mempertemukan teori perkuliahan dengan penerapannya dalam dunia manufaktur.
Simak selengkapnya:
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=iM1J1dIyKQY
Noice: https://open.noice.id/content/01b64ee1-7b3b-4153-92a2-09a0d0f4714b?ts=true
Spotify: https://open.spotify.com/episode/2PwQ74ZMFE8T1rssMkVYEk?si=4PFGVjpNRP68q7NBPIGdZA
Podcast tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa, dosen, praktisi, dan masyarakat memahami bahwa proses kimia bukan sekadar rangkaian rumus, melainkan bagian penting dari teknologi yang menghasilkan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Buku Ajar Proses Kimia Dalam Industri Manufaktur
URL: https://press.umsida.ac.id/index.php/umsidapress/article/view/978-623-6833-73-5
Lihat juga: Memahami Ekonomi Islam Lebih Utuh melalui Podcast Bedah Buku UMSIDA




