https://library.umsida.ac.id/ – Dalam upaya memperkuat ekosistem publikasi ilmiah serta meningkatkan kualitas tata kelola jurnal perguruan tinggi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan kegiatan Workshop SINTA (Science and Technology Index) dan ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Kegiatan strategis yang difasilitasi oleh Direktorat Perpustakaan UMSIDA ini berlangsung pada hari Senin, 20 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mulai pukul 08.30 WIB. workshop ini dihadiri oleh 26 perwakilan yang terdiri atas pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UMSIDA, perwakilan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), serta Lembaga Penjaminan Mutu (BPM).
Kegiatan pelatihan dan koordinasi teknis ini diselenggarakan sebagai langkah krusial untuk merespons berbagai dinamika regulasi serta standar baru dalam penilaian serta akreditasi jurnal ilmiah nasional. Sesuai dengan surat undangan resmi yang ditandatangani oleh Wakil Rektor I UMSIDA, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., IPM., workshop difokuskan pada peningkatan pemahaman dan kapasitas pengelola jurnal terkait pengelolaan profil publikasi, pengindeksan data, serta kesiapan menghadapi mekanisme Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA).
Menjawab Tantangan Pengelolaan Jurnal dan Regulasi Akreditasi
Pengelolaan jurnal ilmiah pada tingkat perguruan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks. Berdasarkan arah kebijakan akreditasi nasional terbaru, penilaian akreditasi jurnal menekankan pada pemenuhan dua pilar utama, yaitu Standar Tata Kelola (Manajemen) dengan bobot 46% dan Standar Mutu Artikel (Substansi) dengan bobot 54%. Untuk mencapai batas kelulusan akreditasi, setiap jurnal harus memperoleh nilai total minimal 60 dengan kontribusi nilai substansi tidak kurang dari 28 poin.
Selain penyesuaian terhadap komposisi pembobotan, pengelola jurnal dihadapkan pada tantangan penjaminan etika publikasi dan integritas akademik. Regulasi terbaru menegaskan larangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara parsial maupun penuh dalam proses penelaahan naskah oleh Mitra Bestari. Selain itu, mekanisme disinsentif atau pengurangan nilai diberlakukan secara ketat apabila ditemukan bentuk-bentuk pelanggaran seperti fabrikasi data, falsifikasi, plagiarisme, maupun ketidaktransparanan dalam tata kelola biaya publikasi dan pengawasan ethical clearance.
Oleh karena itu, workshop ini menghadirkan narasumber dari Tim Pengembang SINTA dan GARUDA, Rizki Prasetya dan Rusmal Firmansyah, untuk memberikan pemaparan komprehensif mengenai infrastruktur interoperabilitas jurnal serta tata cara teknis integrasi data.
Lihat juga: Raih Pengakuan Global, Perpustakaan Umsida Diundang dalam Sesi Khusus THESDG pada GSDCongress 2026
Infrastruktur Interoperabilitas Data: SINTA, GARUDA, dan OJS
Salah satu pokok bahasan utama dalam workshop ini adalah mekanisme kerja agregasi data antara Open Journal System (OJS), Garba Rujukan Digital (GARUDA), dan Science and Technology Index (SINTA). GARUDA berperan sebagai portal agregasi dan indeks publikasi ilmiah nasional yang bertugas mengumpulkan metadata dari berbagai platform repository maupun OJS perguruan tinggi. Proses penarikan data (harvesting) dilakukan secara otomatis memanfaatkan protokol OAI-PMH (Open Archives Initiative Protocol for Metadata Harvesting).
Dalam sesi teknis, pemateri memaparkan pentingnya pengelola jurnal dalam memastikan validitas struktur metadata pada sistem OJS masing-masing. Validasi OAI dilakukan dengan mengecek parameter endpoint /oai pada URL jurnal guna memastikan kepatuhan format XML Dublin Core.
Integrasi metadata yang tervalidasi melalui GARUDA selanjutnya menjadi basis data penting yang dikoneksikan dengan profil SINTA, baik pada level profil penulis (Author SINTA), program studi, maupun skor kinerja perguruan tinggi.
Tata Kelola Akun Author dan Verifikasi Portofolio Akademik
Selain perbaikan pada sisi server dan OJS jurnal, kegiatan workshop juga membekali peserta dengan panduan teknis pengelolaan akun dosen dan peneliti pada platform Google Scholar, GARUDA, Scopus, serta SINTA. Pemutakhiran profil individual ini berdampak langsung pada kalkulasi SINTA Score, baik indikator 3-Years maupun Overall.
Pengelola jurnal dan perwakilan BPM diajarkan tata cara melakukan pencarian ID Author, claim missing documents, hingga mekanisme penggabungan (merge) profil ganda pada portal GARUDA. Hal ini kerap terjadi akibat adanya variasi atau ketidakseragaman penulisan nama instansi oleh penulis saat mengirimkan naskah. Melalui fitur pembersihan data tersebut, duplikasi profil dapat diselesaikan sehingga riwayat karya ilmiah terhubung secara utuh.
Di samping itu, perwakilan DRPM dan Lembaga Penjaminan Mutu diajak memahami alur kerja verifikator SINTA. Tugas verifikator meliputi validasi data hibah penelitian dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dari sistem BIMA, verifikasi klaim buku ber-ISBN dari Perpusnas, pencatatan Sertifikat Kekayaan Intelektual (HKI) dari DJKI, hingga validasi luaran berupa produk dan prototipe.
Pemantauan Mutu dan Evaluasi Pasca-Akreditasi
Sebagai bagian dari skema penjaminan mutu berkelanjutan, workshop ini turut memaparkan mekanisme evaluasi dan pemantauan jurnal ilmiah pasca-akreditasi yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi. Jurnal terakreditasi akan terus dipantau secara berkala maupun berdasarkan laporan pengaduan masyarakat.
Apabila dalam perjalanan masa berlakunya akreditasi ditemukan indikasi penurunan mutu, praktik rekayasa sitasi (citation cartel/stacking), komersialisasi berlebihan (pay-to-publish tanpa telaah memadai), atau pelanggaran integritas akademik, pemerintah dapat mengenakan tindakan korektif berjenjang. Bentuk sanksi tersebut meliputi teguran tertulis, penurunan peringkat akreditasi, pembekuan sementara (discontinuation), hingga pencabutan status akreditasi (delisting).
Melalui pelaksanaan workshop yang berlangsung secara intensif ini, para pengelola jurnal di lingkungan UMSIDA diharapkan mampu melakukan evaluasi mandiri (self-assessment), membenahi infrastruktur teknis OJS, menyempurnakan tata kelola editorial, serta meningkatkan nilai substansi artikel. Sinergi antara pengelola jurnal, DRPM, dan BPM menjadi pendorong utama bagi UMSIDA dalam memperbanyak jumlah jurnal ilmiah terakreditasi nasional berkategori unggul serta memperluas visibilitas karya ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.
Lihat juga: Dari Bangkok ke Singapura, Crossref Kembali Dukung Kiprah Global Direktur Perpustakaan UMSIDA



