SIDOARJO – Kiprah Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dalam ekosistem komunikasi ilmiah kembali mendapat perhatian di tingkat internasional. Direktur Perpustakaan UMSIDA, Mochammad Tanzil Multazam, tercantum sebagai salah satu kandidat dalam Crossref Board Election 2026, pemilihan Board of Directors organisasi yang berperan dalam pengembangan infrastruktur komunikasi ilmiah global.
Pada pemilihan tahun 2026, terdapat 10 kandidat yang memperebutkan tujuh kursi Board of Directors. Tujuh kandidat berada pada Tier 1 (small member candidates) untuk memperebutkan enam kursi, sementara tiga kandidat lainnya berada pada Tier 2 (large member candidates) untuk satu kursi. Para kandidat berasal dari berbagai negara dan institusi, mulai dari perguruan tinggi, penerbit, organisasi ilmiah, hingga lembaga penelitian.
Mochammad Tanzil Multazam menjadi salah satu dari tujuh kandidat Tier 1 bersama Bernard Bizimana dari HEC Montréal, Cheol-Heui Yun dari Korean Council of Science Editors, Marin Dacos dari OpenEdition, Eduardo de Almeida Leite dari Ponteditora, Pinar Dündar dari The Scientific and Technological Research Council of Türkiye, serta Vincas Grigas dari Vilnius University Press.
Membawa Pengalaman Perpustakaan dalam Scholarly Communication
Kandidasi tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang UMSIDA dalam pengembangan publikasi dan komunikasi ilmiah. Direktur Perpustakaan UMSIDA telah terlibat dalam pengembangan publikasi ilmiah universitas sejak 2016 dan kemudian memimpin Direktorat Perpustakaan sejak 2023. Dalam perjalanan tersebut, pengelolaan publikasi berkembang seiring dengan pemanfaatan DOI, metadata, repositori, dan berbagai infrastruktur scholarly communication.
Perpustakaan UMSIDA sendiri terus memperluas perannya sebagai bagian dari ekosistem penelitian. Selain mendukung kebutuhan informasi sivitas akademika, perpustakaan turut terlibat dalam scholarly communication, open access, repository, persistent identifier, research visibility, metadata, dan research intelligence.
Pengalaman tersebut juga terhubung dengan jejaring internasional. Pada 2026, Direktur Perpustakaan UMSIDA dipercaya sebagai Crossref Grant Linking System (GLS) Consultant untuk kawasan Asia, serta terlibat dalam berbagai forum internasional yang membahas infrastruktur ilmiah terbuka.
Dalam candidate statement di laman Crossref, Mochammad Tanzil Multazam menyampaikan:
“I would bring to the Crossref Board practical experience connecting institutional needs, community implementation, and global scholarly infrastructure.”
Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membawa perspektif kebutuhan institusi dan komunitas ilmiah ke dalam pembahasan mengenai pengembangan infrastruktur scholarly communication di tingkat global.
Bagi Perpustakaan UMSIDA, keterlibatan ini menjadi bagian dari transformasi peran perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan berkembang dari pengelola sumber informasi menjadi penghubung pengetahuan, publikasi, metadata, repositori, dan berbagai infrastruktur penelitian. Jejaring dengan Crossref juga membuka ruang bagi Perpustakaan UMSIDA untuk terus belajar, berkolaborasi, serta membawa pengalaman dari Indonesia ke dalam percakapan mengenai masa depan komunikasi ilmiah global.
Sejalan dengan Sustainable Development Goals
Keterlibatan Perpustakaan UMSIDA dalam ekosistem scholarly communication internasional sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 4 – Quality Education, melalui penguatan akses dan diseminasi pengetahuan ilmiah.
- SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure, melalui penguatan infrastruktur digital dan metadata yang mendukung komunikasi ilmiah.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi lintas institusi dan negara dalam membangun ekosistem pengetahuan.
Melalui kandidasi dalam Crossref Board Election 2026, Perpustakaan UMSIDA turut membawa pengalaman perguruan tinggi Indonesia ke ruang pengembangan infrastruktur ilmiah global, sekaligus memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem pengetahuan yang terhubung, terbuka, dan berkelanjutan.




