SIDOARJO — Mengenal budaya negara lain tidak harus dilakukan dengan bepergian ke luar negeri. Membaca buku, cerita pendek, puisi, atau novel juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal kehidupan masyarakat dari latar belakang yang berbeda. Salah satunya melalui Sastra Jerman.
Secara sederhana, Sastra Jerman merupakan karya sastra yang berkembang dalam konteks bahasa dan budaya Jerman. Bentuknya beragam, mulai dari novel, cerita pendek, puisi, drama, hingga dongeng. Melalui karya-karya tersebut, pembaca dapat menemukan beragam cerita tentang kehidupan, hubungan antarmanusia, serta pemikiran yang masih relevan untuk direnungkan.

Sumber: Ansgar scheffold – unsplash
Baca Juga : Bukan Sekadar Tempat Buku: Perpustakaan Umsida Jadi Garda Terdepan Literasi SDGs Dunia
Mengenal Sastra Jerman dari Karya dan Penulisnya
Bagi pembaca yang baru mengenal Sastra Jerman, langkah awalnya tidak harus dimulai dengan teori sastra yang rumit. Pembaca bisa mulai dengan mengenali penulis, membaca sinopsis karya, atau memilih cerita yang menarik perhatian. Dari sana, pembaca dapat mengikuti perjalanan tokoh, memahami permasalahan yang dihadapi, dan menemukan gagasan yang ingin disampaikan penulis.
Beberapa nama yang dikenal dalam kesusastraan Jerman adalah Johann Wolfgang von Goethe dan Franz Kafka. Goethe dikenal melalui karya Faust, sedangkan Kafka dikenal melalui Die Verwandlung, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Metamorfosis. Keduanya memiliki ciri penulisan dan cara penyampaian cerita yang berbeda.

Sumber: Cansu C pexels

Sumber: Lena Netkach pexels
Mengenal penulis beserta karyanya dapat membantu pembaca melihat bahwa Sastra Jerman memiliki beragam tema dan pendekatan. Pembaca juga tidak harus langsung membaca keseluruhan karya. Sinopsis, artikel literasi, atau buku terjemahan dapat menjadi pengantar sebelum menjelajahi karya yang lebih panjang.
Dari Cerita, Mengenal Budaya dan Kehidupan
Karya sastra tidak hanya menyajikan rangkaian peristiwa, tetapi juga dapat memberikan gambaran tentang kehidupan dan lingkungan sosial yang melatarbelakanginya. Melalui perilaku tokoh, latar cerita, serta konflik yang muncul, pembaca dapat mengenali cara manusia berinteraksi dan menghadapi berbagai persoalan.
Tema seperti keluarga, persahabatan, pendidikan, dan kehidupan sosial dapat ditemukan dalam berbagai karya sastra. Meskipun berasal dari latar budaya yang berbeda, cerita-cerita tersebut sering kali menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan pembaca.
Dengan membaca Sastra Jerman, pembaca berkesempatan melihat suatu persoalan dari sudut pandang lain sekaligus memperluas wawasan tentang budaya. Kegiatan ini juga mendukung semangat SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran dan akses terhadap pengetahuan.
Perpustakaan sebagai Ruang untuk Mengenal Sastra Jerman
Perpustakaan memiliki peran dalam membantu pembaca menemukan bahan bacaan dan informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain melalui koleksi buku, pengenalan topik baru juga dapat dilakukan lewat artikel literasi dan konten edukatif yang disampaikan dengan bahasa sederhana.
Melalui pengembangan konten literasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Sastra Jerman diperkenalkan sebagai salah satu bidang pengetahuan yang dapat dijelajahi oleh sivitas akademika. Upaya ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pembaca untuk mengenal karya sastra, penulis, bahasa, dan budaya Jerman yang mungkin belum banyak mereka ketahui.

Sumber Dokumentasi Pribadi
Mengenal Sastra Jerman pun dapat dimulai dari langkah kecil, seperti membaca artikel, mencari tahu tentang seorang penulis, atau menikmati cerita terjemahan. Dengan dukungan perpustakaan sebagai ruang belajar dan sumber informasi, sebuah cerita dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan pengetahuan baru serta memahami kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. (Octavia)




