Sidoarjo, 22-25 Juni 2026 – Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memantapkan posisinya sebagai pusat literasi informasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang strategis dalam mendukung reputasi global kampus. Fokus ini diselaraskan secara langsung dengan agenda besar yang diusung dalam gelaran Global Sustainable Development Congress (GSDCongress) 2026 di Jakarta. Melalui penguatan fungsi sebagai penyedia tata kelola pengetahuan berkelanjutan, perpustakaan mengambil peran sentral dalam mendiseminasikan riset-riset akademis yang berdampak nyata pada isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat internasional.
Sebagai pusat literasi informasi SDGs, perpustakaan Umsida tidak lagi sekadar mengelola sirkulasi buku konvensional, melainkan bertindak sebagai kurator data ilmiah yang berorientasi pada 17 poin tujuan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan agenda resmi GSDCongress 2026, forum global tersebut menitikberatkan pada transformasi digital, inklusivitas pendidikan, energi bersih, serta kemitraan lintas sektor guna mengatasi krisis global. Isu-isu strategis ini direspons oleh perpustakaan melalui penyediaan akses cepat terhadap jurnal-jurnal internasional bereputasi tinggi yang berfokus pada kelestarian lingkungan dan keadilan sosial.
Perpustakaan mengoptimalkan infrastruktur digitalnya untuk memastikan bahwa seluruh hasil riset sivitas akademika Umsida yang berkaitan dengan SDGs dapat terindeks dengan baik di pangkalan data global. Melalui pengembangan repositori institusi berbasis open access, dokumen akademis berupa artikel ilmiah, tesis, dan laporan pengabdian masyarakat dapat diakses secara transparan oleh para peneliti dari berbagai belahan dunia. Langkah ini secara langsung meningkatkan visibilitas akademik universitas serta mempercepat transfer pengetahuan yang selaras dengan misi GSDCongress dalam mendorong aksi nyata keberlanjutan.
Selain pengelolaan data ilmiah, perpustakaan juga mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam program edukasi literasi informasi bagi mahasiswa dan dosen. Pelatihan penelusuran referensi ilmiah kini difokuskan pada metodologi riset berkelanjutan dan pemanfaatan perangkat analisis sitasi. Dengan menyediakan pojok literasi khusus SDGs (SDGs Corner), perpustakaan menciptakan ruang kolaboratif yang inklusif untuk merangsang lahirnya inovasi-inovasi akademis baru yang mampu menjawab tantangan global terkait perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan kualitas pendidikan.
Sinergi antara pemanfaatan momentum forum internasional tingkat tinggi seperti GSDCongress 2026 dan peran perpustakaan sebagai penggerak literasi informasi menjadi pilar penting bagi pencapaian visi internasionalisasi kampus. Layanan referensi dirancang untuk menjadi tulang punggung pengumpulan bukti kinerja SDGs universitas yang akuntabel, terukur, dan mudah diaudit oleh lembaga pemeringkatan global. Keberadaan perpustakaan sebagai pusat data terpadu ini membantu universitas memetakan kontribusi nyatanya terhadap agenda global secara sistematis.
Melalui komitmen jangka panjang dalam memperkuat ekosistem literasi berbasis keberlanjutan ini, perpustakaan Umsida terus bergerak maju mengawal transformasi pendidikan tinggi. Implementasi program-program kerja strategis yang selaras dengan hasil kongres GSDCongress 2026 diharapkan dapat mempertahankan tren positif pengakuan internasional terhadap Umsida, sekaligus mengukuhkan posisi perpustakaan sebagai garda terdepan penjamin ketersediaan referensi ilmiah bermutu demi terwujudnya masyarakat yang berpengetahuan dan berkelanjutan.




