https://library.umsida.ac.id/ – Persoalan food waste atau limbah makanan di kawasan perkotaan tidak sekadar berkaitan dengan makanan yang terbuang. Di baliknya terdapat persoalan lingkungan, ekonomi, sosial, hingga ketahanan pangan yang saling berkelindan. Isu tersebut menjadi fokus Podcast Biru Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang digelar Direktorat Perpustakaan UMSIDA pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB.
Podcast kali ini membedah publikasi bereputasi berjudul “Modeling the Relationships Among the Driving Factors of Food Waste in Indonesian City” karya Atikha Sidhi Cahyana, Iwan Vanany, Niniet Indah Arvitrida, dan Ivan Gunawan. Artikel tersebut mengkaji hubungan berbagai faktor yang mendorong munculnya food waste di perkotaan Indonesia dengan melihat tiga aktor utama, yakni rumah tangga, restoran, serta supermarket atau pasar.
Hadir sebagai pembedah, Dr. Atikha Sidhi Cahyana, ST., MT., Dosen Teknik Industri UMSIDA, sementara diskusi dipandu Noor Masuddin, S.Sos., Pustakawan UMSIDA. Melalui pembahasan ini, publik diajak melihat bahwa persoalan limbah makanan tidak dapat diselesaikan hanya dengan meminta masyarakat mengurangi makanan yang terbuang.
Lihat juga: Podcast Biru UMSIDA Kupas Penentuan Nisbah Mudharabah pada Perbankan Syariah Indonesia
Penelitian tersebut mengidentifikasi 15 faktor pendorong food waste yang dikelompokkan melalui kerangka SIPOC, yakni Supplier, Input, Process, Output, dan Customer. Faktor tersebut mencakup perencanaan persediaan, fasilitas penyimpanan, akses pasar, standar makanan, komunikasi dan kolaborasi, fluktuasi permintaan, metode pengolahan dan desain kemasan, fasilitas penyimpanan dingin, porsi makanan, hingga pengetahuan dan keterampilan pekerja.
Faktor lain yang turut menentukan adalah distribusi makanan yang masih layak, dukungan teknologi informasi, pengolahan makanan sisa atau sedikit rusak, sikap masyarakat terhadap food waste, serta biaya pembuangan limbah makanan. Temuan ini memperlihatkan bahwa limbah makanan terbentuk melalui rangkaian faktor yang saling terhubung di sepanjang rantai pangan, bukan karena satu penyebab tunggal.
Melalui analisis Interpretive Structural Modelling (ISM) dan MICMAC, penelitian tersebut juga menemukan sembilan faktor yang berada pada tingkat pertama hierarki. Di antaranya adalah perencanaan persediaan, fasilitas pergudangan, komunikasi dan kolaborasi, fluktuasi permintaan, metode pengolahan dan desain kemasan, penyimpanan dingin, kompetensi pekerja, teknologi informasi, serta biaya pembuangan food waste.
Dr. Atikha Sidhi Cahyana menilai bahwa pengurangan food waste harus dilakukan dengan melihat keterkaitan antarpenyebab secara menyeluruh. Menurutnya, upaya pengurangan limbah makanan tidak cukup hanya bertumpu pada perubahan perilaku konsumen. Rumah tangga, restoran, pasar, supermarket, pelaku rantai pasok, hingga pemerintah memiliki peran yang saling berkaitan dalam mencegah makanan berakhir menjadi sampah.
Ia juga menyoroti pentingnya penanganan makanan sisa atau makanan yang sedikit rusak tetapi sebenarnya masih layak dimanfaatkan. Dalam model penelitian, faktor tersebut memiliki posisi penting karena dapat memengaruhi berbagai faktor lain yang menyebabkan food waste. Karena itu, kemampuan menentukan makanan yang masih dapat dimanfaatkan, pengolahan yang tepat, serta distribusi kelebihan pangan menjadi bagian penting dari strategi pengurangan limbah makanan.
Pada tingkat rumah tangga, langkah sederhana juga dapat memberikan kontribusi. Perencanaan belanja, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, menyimpan makanan dengan benar, menerapkan prinsip FIFO (first in, first out), serta membagikan kelebihan makanan kepada orang lain merupakan sejumlah tindakan yang dapat mencegah pangan layak konsumsi terbuang sia-sia.
Temuan tersebut sekaligus menunjukkan perlunya kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah setelah terbentuk. Pemerintah kota dan pelaku usaha dapat menjadikan pemetaan faktor penyebab sebagai dasar untuk menentukan tindakan pencegahan sejak proses perencanaan persediaan, penyimpanan, pengolahan, distribusi hingga konsumsi.
Atikha menekankan bahwa memahami akar dan hubungan antarpenyebab menjadi bagian penting dalam merancang pengelolaan food waste yang lebih efektif. Dengan strategi yang tepat, pengurangan limbah makanan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengurangi kerugian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
Melalui Podcast Biru, Direktorat Perpustakaan UMSIDA berupaya membawa hasil penelitian akademik lebih dekat kepada masyarakat. Publikasi ilmiah tidak berhenti sebagai tulisan di jurnal, tetapi diterjemahkan menjadi diskusi yang lebih mudah dipahami sekaligus menunjukkan bagaimana hasil riset dapat memberikan solusi terhadap persoalan nyata.
Saksikan selengkapnya di:
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=iM1J1dIyKQY&t=132s
Noice: https://open.noice.id/content/1e3071c8-9a5e-4171-ae08-f213d0f7ca03?ts=true
Spotify: https://open.spotify.com/episode/2PwQ74ZMFE8T1rssMkVYEk?si=4PFGVjpNRP68q7NBPIGdZA
Modeling the Relationships Among the Driving Factors of Food Waste in Indonesian City
URL: https://www.jiem.org/index.php/jiem/article/view/6012
Lihat juga: Sentuhan Akupresur dan Lantunan Suci untuk Persalinan Lebih Nyaman




