Perpustakaan UMSIDA kembali menghadirkan program Online Literacy Class (OLC) yang berfokus pada penguatan literasi informasi bagi dosen. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Kamis, 23 April 2026 pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan Dewi R. R. Rahayuningsih, A.Md., pustakawan UMSIDA, sebagai narasumber. Program ini dirancang untuk mendukung optimalisasi peran dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan publikasi ilmiah.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai layanan dan fasilitas perpustakaan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan akademik. Narasumber menjelaskan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap layanan perpustakaan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas output akademik dosen.
Materi yang disampaikan mencakup teknik penelusuran literatur ilmiah yang kredibel, evaluasi kualitas sumber informasi, serta pemanfaatan berbagai platform digital yang disediakan oleh perpustakaan. Dosen juga dibekali kemampuan dalam mengelola referensi dan mengidentifikasi tren penelitian melalui pendekatan berbasis data. Keterampilan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa karya ilmiah yang dihasilkan memiliki dasar teoritis yang kuat dan relevan dengan perkembangan keilmuan terkini.

Lebih lanjut, kegiatan ini menekankan pentingnya literasi informasi sebagai kompetensi esensial dalam menghadapi ekosistem akademik yang semakin kompleks dan berbasis digital. Dengan literasi informasi yang baik, dosen diharapkan mampu mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan kualitas riset, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui Online Literacy Class ini, Perpustakaan UMSIDA memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan literasi akademik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya akademik yang berbasis pada pemanfaatan informasi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, peran dosen sebagai penghasil pengetahuan dapat semakin optimal dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.




