Podcast Biru UMSIDA Kupas Penentuan Nisbah Mudharabah pada Perbankan Syariah Indonesia

https://library.umsida.ac.id/ Direktorat Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kembali menghadirkan Podcast Biru: Publikasi Bereputasi UMSIDA pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 13.00 WIB. Episode kali ini menghadirkan Dr. Kumara Adji K., S.Fil.I., CIFP. untuk membahas penelitian berjudul Profit Sharing Ratio Determination of Mudharabah Contract in Indonesia Islamic Banks.

Pembahasan tersebut mengangkat persoalan penting dalam industri keuangan syariah, yaitu bagaimana bank syariah di Indonesia menentukan nisbah bagi hasil dalam akad mudharabah. Akad mudharabah merupakan bentuk kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha. Keuntungan dibagikan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, sedangkan kerugian finansial ditanggung oleh pemilik modal selama tidak terdapat kelalaian atau pelanggaran dari pengelola.

Melalui podcast ini, masyarakat diajak memahami bahwa penetapan nisbah tidak hanya berkaitan dengan angka keuntungan, tetapi juga menyangkut prinsip keadilan, kesetaraan, transparansi, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai syariah.

Mengungkap Praktik Penentuan Nisbah di Bank Syariah

Penelitian yang dibahas menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Informan penelitian mencakup pengelola sejumlah bank syariah milik pemerintah, praktisi perbankan, akademisi, Bank Indonesia, serta Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia atau DSN-MUI. Data kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif, analisis syariah, dan analisis sintesis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang paling umum digunakan bank syariah dalam menentukan nisbah mudharabah adalah benchmarking. Dalam praktiknya, bank syariah membandingkan tingkat imbal hasil produknya dengan harga pasar serta tingkat imbal hasil yang ditawarkan bank lain, termasuk bank konvensional.

Pola tersebut terlihat pada beberapa bank syariah yang mengikuti perkembangan harga produk perbankan di pasar agar mampu menawarkan tingkat bagi hasil yang kompetitif kepada nasabah. Dengan demikian, kondisi persaingan industri perbankan masih memiliki pengaruh besar dalam proses penentuan nisbah.

Selain benchmarking, penelitian tersebut menemukan beberapa pendekatan lain, yaitu negosiasi terbatas, game theory, dan manajemen likuiditas. Negosiasi biasanya hanya diberikan kepada nasabah utama atau nasabah yang menempatkan dana dalam jumlah besar. Sementara itu, nasabah dengan simpanan lebih kecil umumnya hanya menerima nisbah yang telah ditentukan oleh bank.

Pada pendekatan manajemen likuiditas, tingkat nisbah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dana bank. Ketika bank membutuhkan tambahan likuiditas, bank dapat menawarkan nisbah yang lebih tinggi untuk menarik dana nasabah. Sebaliknya, ketika likuiditas mencukupi, tingkat nisbah tidak selalu mengikuti kenaikan harga pasar.

Baca juga: Sentuhan Akupresur dan Lantunan Suci untuk Persalinan Lebih Nyaman

Dr. Kumara: Perbankan Syariah Memerlukan Model Penetapan Nisbah yang Lebih Mandiri

Dalam pembahasannya, Dr. Kumara Adji K. menekankan bahwa penggunaan benchmarking menjadi persoalan yang perlu dikaji secara kritis. Meskipun metode tersebut membantu bank syariah tetap kompetitif, ketergantungan terhadap tingkat harga bank konvensional berpotensi membuat sistem penetapan harga syariah belum sepenuhnya memiliki karakter yang mandiri.

Menurutnya, perbankan syariah seharusnya tidak hanya mengganti istilah bunga dengan bagi hasil. Sistem yang digunakan juga harus benar-benar mencerminkan aktivitas ekonomi riil, pembagian risiko, keterbukaan informasi, serta keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dr. Kumara juga menyoroti praktik negosiasi yang hanya diberikan kepada nasabah dengan dana besar. Dalam akad mudharabah, pemilik modal dan pengelola dana pada dasarnya berada dalam hubungan kemitraan. Oleh karena itu, setiap pihak seharusnya memperoleh kesempatan yang proporsional untuk memahami dan menyepakati nisbah, bukan sekadar menerima angka yang telah ditentukan secara sepihak.

Ia menilai bahwa mekanisme penentuan nisbah yang ideal harus mempertimbangkan kinerja usaha, tingkat risiko, kontribusi masing-masing pihak, kondisi sektor riil, serta prinsip kemaslahatan. Bank juga perlu menjelaskan dasar perhitungan nisbah secara transparan agar nasabah memahami bagaimana keuntungan akan dibagikan.

Mendorong Pengembangan Perbankan Syariah yang Lebih Adil

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa belum ditemukan satu metode yang dapat dianggap sebagai praktik terbaik dalam menentukan nisbah mudharabah. Setiap bank memiliki pertimbangan dan mekanisme masing-masing, sedangkan beberapa metode yang diterapkan dinilai belum sepenuhnya memenuhi prinsip syariah. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan model yang lebih adil, transparan, dan berlandaskan kegiatan ekonomi nyata.

Melalui Podcast Biru UMSIDA, hasil penelitian ilmiah tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi juga disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Pembahasan bersama Dr. Kumara Adji K. diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, dosen, praktisi, dan masyarakat mengenai tantangan sekaligus masa depan perbankan syariah di Indonesia.
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=NG5aO_E1U1w
Noice: https://open.noice.id/content/3388e010-53e5-4140-9da8-df13887f97c2
Spotify: https://open.spotify.com/episode/6FOmtG96P6lwcceqRWogul?si=TY738zkhTnGL_XRMBTy6OQ

Profit Sharing Ratio Determination of Mudharabah Contract in Indonesia Islamic Banks
URL:https://www.researchgate.net/publication/331271239_Profit_Sharing_Ratio_Determination_of_Mudharabah_Contract_in_Indonesia_Islamic_Banks

Baca juga: Inovasi Filter Debu Dorong Produksi Kerupuk Gerandong Lebih Bersih dan Efisien

Related Posts

Memahami Ekonomi Islam Lebih Utuh melalui Podcast Bedah Buku UMSIDA

https://library.umsida.ac.id/ — Ekonomi Islam tidak hanya berbicara tentang bank syariah...

Inovasi Filter Debu Dorong Produksi Kerupuk Gerandong Lebih Bersih dan Efisien

https://library.umsida.ac.id/ — Debu dalam proses produksi kerupuk tidak hanya menjadi...

Inovasi

Central Asia Corner: Warisan Intelektual Muslim Jalur Sutra di Perpustakaan UMSIDA
July 8, 2025
CICIP Buku: Inovasi Unik Perpustakaan UMSIDA Hadirkan Koleksi Lewat Video Singkat
July 23, 2024
Inovasi Statistik di Perpustakaan UMSIDA: Pojok Statistik Virtual dan Program Agen Statistik untuk Meningkatkan Partisipasi Mahasiswa
May 17, 2024
HADIS: Inovasi Perpustakaan UMSIDA dalam Harmonisasi Diseminasi Ilmiah
May 3, 2024
Kesempatan Emas Bagi Dosen UMSIDA: Ikuti Hibah Buku Ajar dan Referensi 2024
March 25, 2024

Prestasi

Raih Pengakuan Global, Perpustakaan Umsida Diundang dalam Sesi Khusus THESDG pada GSDCongress 2026
July 1, 2026
Dari Bangkok ke Singapura, Crossref Kembali Dukung Kiprah Global Direktur Perpustakaan UMSIDA
June 16, 2026
UMSIDA Library Tembus 100 Ribu Viewer, Literasi Hadir Lebih Dekat Lewat YouTube
June 12, 2026
Tiga Tahun Menyebarkan Pengetahuan, UMSIDA Preprints Server Tembus Setengah Juta Pengunjung
June 10, 2026
UMSIDA Tembus OATD: Karya Ilmiah Mahasiswa Kini Mendunia
April 24, 2026

Kerjasama

Perkuat Referensi Klinis Mahasiswa, Perpustakaan UMSIDA Resmi Langgan McGraw Hill Access Medicine
July 10, 2026
Perkuat Kolaborasi, Pojok Statistik UMSIDA Terima Kunjungan Studi Banding Universitas Telkom Surabaya
July 2, 2026
Dari Bangkok ke Singapura, Crossref Kembali Dukung Kiprah Global Direktur Perpustakaan UMSIDA
June 16, 2026
Pembelajaran Kontekstual melalui Observasi Arsip Elektronik di Lingkungan Perpustakaan
April 29, 2026
Perpustakaan UMSIDA Jalin Kerja Sama dengan PressReader, Akses Ribuan Majalah dan Koran Dunia Kini Lebih Mudah
April 2, 2026

Kegiatan Literasi

Memahami Ekonomi Islam Lebih Utuh melalui Podcast Bedah Buku UMSIDA
July 9, 2026
Di FORCE2026, Direktur Perpustakaan UMSIDA Tekankan Peran Komunitas Lokal dalam Menutup Kesenjangan Open Access
July 7, 2026
Inovasi Filter Debu Dorong Produksi Kerupuk Gerandong Lebih Bersih dan Efisien
July 3, 2026
Pojok Statistik UMSIDA dan Universitas Telkom Surabaya Perkuat Literasi Statistik melalui Studi Banding
July 2, 2026
Bukan Sekadar Tempat Buku: Perpustakaan Umsida Jadi Garda Terdepan Literasi SDGs Dunia
June 30, 2026